x

Diterima Warga, Ribuan Masyarakat Antar Walis Erlangga Mendaftar Calon Kepala Desa Randudongkal

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 15:46 25 Redaksi

​PEMALANG — Proses pendaftaran Calon Kepala Desa Randudongkal, Walis Erlangga Firera, diwarnai oleh lautan manusia yang mendampinginya. Meski sebelumnya telah bersikap terbuka dan jujur mengenai masa lalunya serta menegaskan telah menjalani proses hukum, dukungan riil dari masyarakat justru terlihat sangat masif dan antusias.

​Berdasarkan pantauan langsung, ribuan warga tampak tumpah ruah turun ke jalan untuk mengantar Walis Erlangga menuju lokasi pendaftaran. Barisan pendukung yang membawa berbagai atribut, poster, serta spanduk bertuliskan “Randudongkal Berwibawa” memadati jalur yang dilewati, menciptakan suasana yang meriah namun tetap tertib.

​Momen pendaftaran ini juga diisi dengan kegiatan penuh haru dan kekeluargaan. Sebelum melangkah mendaftar, Walis tampak memohon doa restu kepada orang tua, termasuk melakukan sujud dan mencuci kaki sebagai bentuk penghormatan serta bakti mendalam kepada mereka. Suasana haru biru menyelimuti detik-detik pelepasan langkahnya menuju kontestasi Pilkades.

​Antusiasme tinggi dari ribuan warga ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Randudongkal mampu melihat ketulusan, sikap ksatria, dan tanggung jawab penuh yang ditunjukkan oleh Walis Erlangga.

Alih-alih menjauh, warga justru berbondong-bondong memberikan dukungan moral agar ia dapat melangkah ke depan membawa perubahan yang lebih baik.

“Saya tidak pernah mengatakan kepada masyarakat bahwa saya tidak punya masa lalu. Saya punya masa lalu, saya punya masa kelam, dan saya tidak menutupinya. Apa yang menjadi proses hukum sudah saya jalani dan saya pertanggungjawabkan,” ujar Walis.

​Walis menyampaikan bahwa dirinya sangat menghormati proses hukum yang telah dilaluinya. Oleh karena itu, ketika panitia Pilkades meminta adanya pernyataan terbuka terkait riwayat hukum tersebut, ia langsung menyatakan kesiapannya untuk transparan di hadapan publik.

​“Saya menghormati panitia dan seluruh ketentuan yang berlaku. Kalau memang masyarakat perlu mengetahui perjalanan masa lalu saya, saya siap menyampaikannya secara terbuka. Saya tidak ingin ada yang saya tutup-tutupi,” tegasnya.

​Bagi Walis, masa lalu merupakan bagian dari lembaran hidup yang tidak bisa dihapus. Kendati demikian, ia meyakini bahwa setiap manusia berhak dan harus diberi ruang untuk memperbaiki diri setelah bertanggung jawab atas perbuatannya.

​“Yang sudah terjadi tidak mungkin saya putar kembali. Yang bisa saya lakukan adalah bertanggung jawab, menjalani proses yang harus saya jalani, kemudian belajar dari semuanya dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.

​Di tengah kontestasi politik desa, Walis berpesan agar isu masa lalunya tidak dijadikan alat untuk memecah belah kerukunan antarwarga Randudongkal. Ia mengajak seluruh pendukung maupun masyarakat luas untuk menjaga keamanan, menghormati perbedaan pilihan, serta menghindari tindakan atau informasi yang berpotensi memicu konflik.

​“Saya tidak ingin Pilkades ini membuat masyarakat terpecah. Berbeda pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Mari kita sama-sama menjaga Randudongkal agar tetap aman, damai, dan kondusif,” imbaunya.

​Pada akhirnya, Walis menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada masyarakat sesuai dengan hati nurani dan aturan yang berlaku. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya telah siap melangkah ke depan demi membawa perubahan positif bagi desanya.

Di hadapan ribuan pendukungnya yang setia mengantar saat itu, Walis menyampaikan rasa syukur dan orasi singkatnya untuk menjaga kedamaian serta merawat semangat kebersamaan selama proses Pemilihan Kepala Desa berlangsung. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Desa Randudongkal tercinta.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x